yakudoshi & toshi iwai – lucky and unlucky years in japan

Posted: June 6, 2011 in journal
Tags: , , ,

ini adalah hasil translate buku nihonjin no isso yang memuat macam-macam budaya Jepang. dilakukan untuk tugas matkul Bunka Nyumon yang dibina oleh putri sensei x3

 

Dahulu di Jepang, dikatakan bahwa seumur hidup manusia akan menemui tahun-tahun buruk. Tahun-tahun itu disebut tahun ketidak beruntungan (Yakudoshi). Pria akan mengalaminya pada usia 25, 42, 61, sedangkan wanita pada usia 19, 33, 37. Pada usia tersebut umur yang berbahaya bagi pria adalah 42 tahun, sedangkan wanita pada umur 33, dikatakan bahwa orang tua yang melahirkan pada umur tersebut, kelak anaknya akan susah dirawat.

Oleh karena itu, jika melahirkan anak pada umur tersebut maka, anak tersebut akan dibuang di perempatan jalan (hanya pura-pura!!) lalu meminta agar orang dari daerah lain untuk memungutnya (sementara!!). Selain itu, angka 42 dapat dibaca shini (死に) yang berarti mati, sedangkan 33 dibaca sanzan (散々)yang berarti buruk, tanpa kasihan. Karena hal inilah orang Jepang tak menyukai umur pada saat itu.

Sejak dulu perayaan agar berumur panjang sudah diadakan. Sejak zaman Heian di Nara digunakan upacara ala Cina. Dimulai dari perayaan usia yang ke 40 (diadakan tiap kelipatan 10 tahun) hingga perayaan usia ke 90.

Pada era Kamakura, perayaan usia ke 60 disebut Kanreki, sekarangpun masih ada. Pada kalender lama, orang yang masih hidup pada umur 60an, orang yang berulang tahun di usia 61 disebut kaettekuru yang artinya kembali, pendek kata kembali ke masa bayi, kelahiran kedua. Karena itu pada pelaksanaan upacara ulang tahun tersebut, ybs memakai pakaian serba merah yang artinya lahir kembali.

Yang bersangkutan selayaknya memakai chanchanko dan zukin merah, kemudian duduk di atas zabuton merah pula, untuk memudahkan ada pula yang hanya mengunakan zabuton berwarna merah.

Perayaan usia ke 70 disebut koki (古希), istilah ini berasal dari bagian puisi Toho (sejenis puisi Cina).

Perayaan umur panjang sarjana , kanreki kinen, koki kinen dan lainnya, disebarluaskan di jurnal dan diadakan secara rutin oleh para murid didik sarjana tersebut.

Perayaan usia ke 77 disebut kijyu (喜寿), huruf喜 (ki) dipersingkat dari huruf *yang ada di buku.* (maaf ga nemu kanjinya). Ditambah lagi, perayaan usia ke 88 disebut beijyu (米寿), huruf kome 米apabila dipecah dapat menjadi 八十八.

Asal kepercayaan

Di Jepang, pada awalnya tidak mengenal penanggalan matahari sebelum tahun 1873. mereka masih menggunakan kalender Cina yang sudah ada sejak abad ke 7. dalam  penanggalan akhirnya dipakai lah secara bersamaan dua penanggalan tersebut.

Tapi untuk menentukan tahun keberuntungan atau ketidak beruntungan, orang Jepang melihat dari kalender Cina. Menggunakan 5 elemen sebagai dasar dari shio untuk perhitungan ke depan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s